Header Ads Widget

Dua Sinyal On-Chain Ini Buka Peluang Shiba Inu Naik Lagi

Tura News Indonesia – Di tengah pelemahan pasar kripto yang masih berlangsung, token meme Shiba Inu (SHIB) justru menunjukkan potensi bangkit. Harga SHIB memang turun 2 persen pada perdagangan Rabu (27/8), diperdagangkan di kisaran USD 0,0000122 atau sekitar Rp 199. Namun, indikator teknikal dan data on-chain mengungkap ada peluang SHIB bergerak naik dalam waktu dekat.

Sejak awal Agustus, performa SHIB cenderung mendatar. Hal ini mencerminkan sentimen investor yang masih hati-hati. Namun menurut laporan dari BeInCrypto, dua metrik penting menunjukkan bahwa SHIB bisa segera mengubah arah.

Pertama, data dari Liquidation Heatmap Coinglass mengindikasikan adanya tekanan beli yang dapat mendorong SHIB menembus harga USD 0,0000135 atau sekitar Rp 220. Heatmap likuidasi adalah alat analisis on-chain yang memperlihatkan zona-zona akumulasi likuiditas tinggi, seperti order stop-loss, posisi leverage, atau order beli dan jual besar.

Zona-zona ini biasanya menjadi “magnet” bagi pergerakan harga. Ketika banyak posisi leverage berada di atas harga saat ini, dan kemudian dilikuidasi, harga bisa bergerak naik tajam. Dalam kasus SHIB, heatmap menunjukkan adanya konsentrasi likuiditas persis di atas harga saat ini. Jika ada gelombang beli, harga SHIB bisa terdorong dengan cepat ke atas.

Selain itu, indikator Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) untuk SHIB juga masih berada di wilayah negatif sepanjang Agustus. Ini berarti mayoritas pemegang token saat ini sedang menanggung kerugian di atas kertas alias unrealized losses.

NUPL adalah indikator yang menghitung selisih antara harga beli rata-rata dengan harga pasar saat ini dari semua token yang bergerak di jaringan. Ketika angkanya negatif, artinya banyak investor masih dalam kondisi rugi dan cenderung enggan menjual. Mereka lebih memilih untuk menahan aset hingga harga kembali naik, demi menghindari kerugian riil.

Kondisi ini justru menciptakan tekanan jual yang lebih rendah, yang bisa menopang pergerakan harga SHIB. Bila pasar membaik, akumulasi ini bisa menjadi bahan bakar untuk kenaikan berikutnya.

Jika tekanan beli kembali muncul, target pertama SHIB adalah menembus USD 0,0000129 atau sekitar Rp 210. Bila level ini mampu dilewati, potensi kenaikan ke USD 0,0000138 atau Rp 225 terbuka lebar.

Namun sebaliknya, bila minat beli melemah dan investor mulai melepas kepemilikannya, harga SHIB bisa jatuh ke bawah USD 0,00001167 atau sekitar Rp 190. Ini akan membatalkan peluang rebound yang mulai terbentuk.

Meski SHIB termasuk token berisiko tinggi, analisis teknikal menunjukkan pasar masih memperhatikannya. Jika Bitcoin dan Ethereum kembali menguat, bukan tidak mungkin SHIB ikut terangkat sebagai bagian dari tren pemulihan altcoin.

Post a Comment

0 Comments