
Tura News IndonesiaLiverpool meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Newcastle United di St. James’ Park, Senin (25/8) dini hari WIB, lewat gol penentu dari remaja 16 tahun, Rio Ngumoha.
Laga berlangsung panas sejak awal. Atmosfer semakin memanas karena Liverpool tengah gencar mengejar striker Newcastle, Alexander Isak, yang bahkan dikabarkan mogok main demi memaksa kepindahan.
Tensi meningkat ketika Anthony Gordon diganjar kartu merah di babak pertama usai melakukan tekel keras kepada kapten Liverpool, Virgil van Dijk. Bermain dengan 10 pemain, Newcastle tetap memberikan perlawanan sengit.
Liverpool membuka keunggulan lewat sepakan jarak jauh Ryan Gravenberch pada menit ke-35. Situasi semakin menguntungkan The Reds setelah Hugo Ekitike mencetak gol cepat di awal babak kedua, membuat skor menjadi 2-0.
Namun, semangat juang Newcastle membara. Bruno Guimaraes memperkecil ketertinggalan lewat sundulan menit ke-57, sebelum Osula menyamakan kedudukan 2-2 di menit-menit akhir, memicu euforia suporter tuan rumah.
Ketika laga tampak berakhir imbang, Rio Ngumoha muncul sebagai pahlawan. Di usia 16 tahun 361 hari, ia mencetak gol kemenangan pada menit ke-100, menjadikannya pencetak gol termuda sepanjang sejarah Liverpool.
Gol bersejarah Ngumoha ini melampaui rekor sebelumnya milik Ben Woodburn, yang mencetak gol ke gawang Leeds United pada 2016 di usia 17 tahun 45 hari.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengaku lega dengan hasil akhir.
"Rasanya lega. Dari 2-0 melawan 10 pemain, mereka bisa menyamakan 2-2 dan mungkin memang pantas. Atmosfer stadion luar biasa. Tapi akhirnya, kami menemukan cara untuk menang," ujarnya.
Kemenangan ini bukan hanya menjaga momentum Liverpool di awal musim Premier League, tetapi juga melahirkan bintang muda baru bernama Rio Ngumoha pemain akademi yang kini mencatatkan namanya dalam sejarah klub.
0 Comments