Tura News Indonesia, TARAKAN-Ajang Borneo National Business Plan A Competition 2025 di Universitas Borneo Tarakan (UBT), Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (25/8/2025) kemarin dipamerkan Beatrix motor listrik.
Beatrix motor listrik ini merupakan karya dari mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik di UBT. Ajang ini diikuti sejumlah Universitas di Kaltara dan luar Kaltara.
Beatrix merupakan kendaraan listrik konvensi yang dirancang bangun dengan memodifikasi sepeda motor Honda Beat karbu 110 cc menjadi electric vehicle 2 kW, menggunakan baterai pack rakitan berjenis lithium-ion berkapasitas 72 V 20 Ah, motor listrik BLDC 2 kW, dan controller juken 10 BRT serta dipadukan dengan transmisi gear set pulley.
Reza Saputra, salah seorang mahasiswa jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UBT mengungkapkan Beatrix motor listrik ini merupakan konversi dari motor karbu.
"Fit karbu yang lama, diganti penggeraknya jadi dinamo. Jadi dia full listrik. Bisa dilihat di sini," ucap Reza, sapaan akrabnya.
Reza Saputra mengatakan, jarak tempuh Beatrix motor listrik ini sendiri bisa sampai 40 KM setelah dilakukan percobaan.
"Dari baterai 100 persen sampai. Ini masih dalam tahap pengembangan. Tapi bisa juga dicoba. Namanya inovasi, jadi bisa dipercaya bisa dikembangkan," bebernya.
Ada pun yang merangkit dari ia dan rekan-rekan mahasiswa jurusan teknik mesin. Untuk jumlah baru satu unit yang dibuat.
"Ini baru satu. Saya fokus pengembangannya itu kan, misalkan alatnya sudah ada, nanti dari mahasiswa lagi mau kembangkan apa lagi," ujarnya.
Biaya perakitannya sendiri bisa sampai Rp25 juta dihabiskan untuk satu unit. Yang paling mahal komponen ada di baterai, dinamo dan controller.
"Kalau kecepatannya ini mampu larinya 60 kilometer. Ini lebih efisien. Kalau pakai bensin, karena di sini juga agak mahal ya bensinnya, jadi lebih efisien," jelasnya.
Ketua Panitia Kegiatan, Selina Nohaini ikut menyampaikan kegiatan hari ini adalah tahap presentasi peserta, dan ada pameran teknologi dari Teknik. Termasuk juga karya beberapa fakultas seperti Fakultas Ekonomi, Fakultas Perikanan dan Fakultas Pertanian.
"Hari ini masing-masing fakultas memamerkan karyanya. Kurang lebih ada tujuh fakultas yang membuat pameran. Ini karya mereka sendiri dan ada hasil dari lab mereka juga," jelasnya.
Ia melanjutkan lagi, ini perdana dilaksanakan kolaborasi UKM RPI dan UKM Start up.
"Pesertanya ada dari UNPAD, dari Universitas Politeknik Biskal, terus ada Unikaltar, ada Pajajaran, ada Universitas Tidhar, dan Universitas Tarakan. Yang peserta finalis, finalis proposal, itu dari luar," tukasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
0 Comments